Tapis Blogger dan ACT Lampung gelar Pelatihan Mini Public Speaking

Boleeeh dong survey, apa sih yang terlintas pertama saat mendengar “Public Speaking”

Apakah jawabannya seperti rincian di bawah ini?

  1. Master of Ceremony (MC)
  2. Orator
  3. Diskusi panel
  4. Artis
  5. Public figure
  6. Ngobrol di depan banyak orang
  7. Grogi, nerveous, demam panggung

Atau ada pilihan selain di atas? Seenggaknya beberapa point di atas menjawab sedikit ya tentang Public Speaking?

Eeeh maaak emak? Kenapa sih koq tetiba jadi ngomongin soal Public Speaking mak? Abis kesamber artis yang mana lagi mak 😊

Sharing by Indra Pradya

Ekekekekkekekekkkk… jadi nih guyz, ceritanya kemarin emak abis ikutan pelatihan mini Public Speaking di gelaran Tapis Blogger Gathering#4 dengan Tajuk Ngeblog hingga ke Luar Negeri dan mini Pelatihan Mini Public Speaking bersama Indra Pradya sang empunya www.duniaindra.com

Ada banyak oleh-oleh ilmu yang saya dapatkan di hari kemarin, dan tulisan ini salah satunya adalah salah satu oleh-oleh yang bisa saya bagikan kepada banyak orang 😊

Tapis Blogger Gathering#4

Pemaparan yang di sampaikan oleh Indra Pradya
Networking ala Indra Pradya

Ada sebuah buku dari Charles Bonnar Sirait yang berjudul “The Power of Public Speaking” doi mengatakan bahwa Public Speaking adalah rangkaian cara berfikir dan pengumpulan seluruh talenta manusia atas pengalaman masa lalu, masa sekarang dan masa mendatang di padukan dengan etika, pola perilaku, ilmu pengetahuan, teknologi, budaya dan analisa keadaan serta faktor lainnya yang kemudian di kemas dalam bentuk kalimat atau ucapan yang mengandung makna strategis komunikasi untuk mencapai sebuah tujuan. Ribet bener ya kayakna definisi Public Speaking ini 😊 naah definisi ini di rangkum lah sama Bang Indra. Menurut Bang Indra nih, Public Speaking bukalah tentang kemampuan berbicara di depan khalayak ramai, melainkan beliau menekankan pada kemampuan kita untuk mendeliver pesan yang ingin di sampaikan kepada orang / pihak yang ingin kita tuju.

Pertanyaannya sekarang adalah seberapa penting sih kita bisa “menaklukkan” si Public Speaking ini?

Trus kalo uda takluk buat apaan pula lah si Public Speaking ini? Kalau saya sih menjawab dengan sederhana aja, karena dunia selalu berkembang mak, maka kompetensi akan teknik berkomunikasipun perlu di up-grade. Komunikasi lisan dalam berbicara dan mendengar menjadi prasyarat bagi kesuksesan personal dan profesional. Bahkan di banyak studi kasus Public Speaking menjadi sarana untuk memperluas networking. Seperti halnya dengan banyak kemampuan lainnya, Public Speaking harus sering di latih agar semakin mahir. Gak perlu mikirin tampilan kit nanti bakalan jadi seperti apa, singkirkan mitos, fokus hanya pada apa yang akan kita sampaikan.

Ada beberapa tips dari Bang Indra yang bisa kita praktekkan dalam melatih dan mengasah kemampuan Public Speaking kita, seperti yang saya rangkum berikut ini :

Tips mengasah Public Speaking ala Indra Pradya :

  1. Jangan pernah percaya mitos, gak usah mikirin tampilan, latih dan fokus sama yang ada aja

Seringkali saya menemukan beberapa anggapan kurang benar tentang Public Speaking, beberapa teman saya akan mengatakan beberapa hal di bawah ini jika saya mengajak mereka untuk berlatih Public Speaking

  • Public Speaking itu susah bin angel bin rumet bin njelimet

Hohohohohoooo… pihak yang menemukan mitos ini pasti lebih seringnya duduk di kursi penonton aja deh 😊

Bukankah yang membuat jadi rumit itu ya kita sendiri kan ya? Intinya mah semua orang bisa koq be-Public Speaking asal mau berlatih untuk berbicara di hadapan public?

  • Public Speaking itu perlu bakat

Big no untuk yang satu ini, Public Speaking itu sesuatu yang bisa kita latih koq, seperti kemampuan memasak misalnya. Hihihihi… kalau saya sih di barisan penganut paham bahwa memasak bukanlah talents melainkan kemauan. Jadi bukan lah urusan kita berbakat atau tidak, tapi mengenai apakah kita mau berlatih, mengasah dan mempraktekkannya. Semakin sering mengasah, maka semakin menonjollah kemampuan kita.

  1. Banyak baca buku

Bener kan ya kalau ada kalimat bijak bahwa buku adalah jendela ilmu, karena banyak orang berilmu membagi ilmu yang dikuasainya dalam suatu buku. Dengan membaca kita bisa faham akan ilmu yang di bagi, semakin banyak membaca isi buku semakin tahu ilmu yang di bagikan. Kita bisa mengambil pelajaran dari apa yang dituliskan, dan yang pastinya bank kata semakin bertambah dari pasokan kata-kata buku yang kita baca. Ada juga kan ya istilah, buku adalah gudang ilmu dan dengan membaca adalah kunci untuk menjelajah dunia, tidak hanya ilmu yang kita dapatkan melainkan kita bisa berkeliling dunia dengan membaca buku

  1. Percaya Diri

Siapa coba yang bakalan percaya sama diri kalian pertama kali kalau gak diri kalian sendiri? Siapa pula yang mau percaya sama kalian kalau kalian aja gak percaya sama diri kalian sendiri? Berangkat dari hal itulah maka gak perlu untuk merasa gak percaya diri. Bukankah kita sebetulnya terlahir menjadi pemenang? Walaupun memang menumbuhkan kepercayaan diri itu butuh proses yang tidak sebentar, yang perlu kita lakukan cukup berlatih dan menanamkan pikiran positif terus menerus di benak kita.

  1. SMIZE (Smile with youre eyes)

Segala sesuatu ketika kita tampil di depan khalayak ramai pasti akan di perhatikan, terutama cara kita berbicara dan yang paling utama adalah ekspresi wajah kita. Suka gak kalian ketika ngomong sama orang, tapi orangnya gak ekspresif, alias muka datar, lempeng mau bahagia atau sedih ya sama aja gitu wajahnya, flat gak berbahasa sama sekali 😉

Nah segala apa yang kita tampilkan dalam presentasi baik itu suara, slide maupun bahasa tubuh adalah bentuk-bentuk komunikasi. Karena itu menampilkan bahasa tubuh dan ekspresi yang baik menjadi penting.

Pemberian cinderamata dari Tapis Blogger kepada Bang Indra oleh Mbak Naqiyyah Syam
Bang Indra mendapat hadiah buku karangan umi Neny, langsung di serahkan sama penulisnya lho ini
Sessi diskusi
Pict by Tapis Blogger

Hei guyz, bahasa tubuh itu respon alami koq, dan kita gak bisa ngebohonginnya. Ketakutan, kekhawatiran dan ketidakpercayaan diri akan nampak dari bahasa tubuh yang kita tampilkan. Sebaliknya ketika kita merasa yakin, percaya diri dan menikmati presentasi atau show yang kita bawakan dengan sendirinya bahasa tubuh yang positif lah yang akan tertampilkan.

Dan tersenyum bisa jadi menjadi salah satu cara kita mengusir energi negatif dan membangkitkan kepercayaan diri. Senyum yang wajar dan tulus akan memberi kekuatan dari show yang akan kita bawakan. Tersenyumlah secara natural, karena energi positif yang kita bangun akan menyebar kepada para penonton kita.

Eh ada geng Online juga lho di acara ini

Kembali pada apa yang dikemukakan Bang Indra pada awal acara, komunikasi bukanlah apa yang di sampaikan melainkan pada apa yang diteima. Sebab komunikasi  bisa di katakan berhasil apabila informasi yang di sampaikan dapat di terima dengan baik oleh lawan bicara. Mari berlatih, tingkatkan jam terbang, berbicara sesering mungkin, karena dengan trial and error kita akan menemukan ramuan mana yang pas dan terbaik untuk kita. Hari kemarin menjadi hari yang menyenangkan buat saya, bertemu dengan banyak kawan, bertukar cerita, berbagi ilmu, dan berbagi makanan hingga perut kenyang hatipun senang 😊

Baca juga :

Dunia Indra bocorkan rahasia Ngeblog hingga ke Luar Negeri

 

Puspaning Dyah, 30 Maret 2018

Saat Menulis adalah berbagi kisah

Follow me on Social Media

1 Comment

Leave a Reply