Dunia Indra bocorkan rahasia Ngeblog hingga ke Luar Negeri

Foto bersama Peserta Tapis Blogger Ghatering#4 bersama Bang Indra
Pict by : Tapis Blogger

Kenapa sih harus ngeblog? Apa enaknya ngeblog? Dari blog kamu bisa dapet apa emangnya? Setidaknya beberapa pertanyaan tersebut terlontar dari beberapa kawan yang seringkali melihat timeline di media sosial saya yang menceritakan aktifitas saya saat berkumpul bersama rekan-rekan blogger. Biasanya teman-teman yang bertanya tersebut di latar belakangi oleh belum minatnya mereka dengan dunia tulis menulis 😊 sehingga kadang saya tidak terlalu serius dalam menjawab pertanyaan mereka. Lain halnya ketika orang terdekat, misal keluarga inti atau beberapa sahabat yang memang saya kenal baik personality mereka. Maka saya akan menjawab bahwa menulis adalah salah satu passion saya, dengan menulis menjadi ajang healing diri dari kepenatan rutinitas, atau menjadi wadah relaksasi dalam menuangkan ”banyak mau-nya saya” ke dalam hal positif. Apakah saya memiliki cita-cita khusus ataukah target tertentu di usia sekian maka saya harus menjadi penulis yang seperti apa? Hehehe jujur saja tidak pernah berfikir sejauh itu, karena entahlah saya belum merasa bahwa menulis adalah talents yang saya miliki, menulis masih menjadi sebuah kesenangan, sepanjang informasi yang saya sampaikan bisa bermanfaat dan bikin orang lain heppi, clear udah gak ada target lainnya 😊

Namun sesekali saya perlu ke luar untuk berburu ilmu pada banyak Guru Kehidupan, mencuri ilmu sekaligus media untuk kembali menajamkan visi dan misi kehidupan saya. Bertepatan pula dengan undangan dari Tapis Blogger, sebuah komunitas yang berisi para blogger-blogger Lampung di mana kadang kala kami berkumpul menghadiri sebuah event atau sekedar chit-chat sembari up grade ilmu seputar dunia blogging. Gathering kali ini Tapis Blogger menggandeng ACT untuk bekerjasama dan berkolaborasi dalam satu event kece bertajuk “Tapis Blogger Gathering#4 Ngeblog hingga ke Luar Negeri dan pelatihan mini Public Speaking bersama Indra Pradya”

Yoga Pratama sang MC Jomblo

Jadilah di hari Jumat 16 Maret 2018 kemarin saya datang ke kantor ACT Lampung tempat acara berlangsung. Di beberapa acara Gathering yang di selenggarakan oleh Tapis Blogger, baru Gathering inilah yang waktunya berjodoh dengan jadwal rutinitas emak di rumah dan di tempat lainnya 😊

Sampai di tempat ternyata sudah ada beberapa peserta yang hadir beberapa wajah baru menghiasi acara Gathering Tapis Blogger kali ini, acara di buka oleh MC jomblo, babang Yoga Pratama yang konon kabarnya mendaulat dirinya menjadi Presiden Jomblo. Di lanjutkan dengan pemutaran video singkat tentang Ghouta dan peran ACT dalam misi kemanusiaan memberikan bantuan logistik melalui Kapal Kemanusiaan di beberapa daerah konflik. Di mulailah acara inti Gathering  yaitu Sharing pengalaman bersama Bang Indra Pradya pemilik kamar www.duniaindra.com yang di beri tajuk “Ngeblog hingga ke Luar Negeri dan Pelatihan Mini Public Speaking”. Berbicara tentang sosok Bang Indra, saya mengenalnya pertama kali saat kami bertemu di Kelas Inspirasi sebuah komunitas relawan mengajar, di mana saya dan beliau sama-sama menjadi relawan pengajar. Kesan pertama saya untuk beliau ini orang emang Talentsnya jadi Public Speaker euy, gimana kagak, sekali pegang mic kagak bakalan lepas lah itu mic dari genggamannya 😉

Lanjutlah saling follow sosmed masing-masing, saling kepo terhadap postingan masing-masing 😊 dan pertemuan selanjutnya ternyata babang kece ini menjadi salah satu host di acara FLASH 2017 dan saya menjadi seksi belakang panggung. Back to the topic, sessi sharing di mulai dengan sharing aktifitas keseharian bang Indra sebagai seorang Profesional MC, Travel Blogger, Singer dan Trainer untuk beberapa Workshop Public Speaking. Sharing cerita pun berlanjut gimana babang Indra bisa sampe jalan-jalan ke Luar Negeri dan menuliskannya di dalam blog beliau.

Indra Pradya saat memulai sessi sharing

Satu hal paling menonjol dari segala pemaparan Bang Indra adalah bagaimana beliau selalu semangat untuk selalu meng-up grade diri dan kemampuannya untuk terus melecutkan diri menghadapi setiap tantangan di depannya. Adalah seorang kawan baik saya yang  dahulu kala pernah menceritakan bagaimana perjuangan seorang Indra Pradya hingga berhasil memenangkan gelar di sebuah ajang putra putri daerah, belajar dari kekalahan untuk kemudian menjadikan pengalaman berharga sanggup berdiri kembali dengan kematangan emosi dan kemampuannya. Two tumbs bro, salut dan pingin banget bisa berdaya juang seperti dirimu 😊

Di slide pertama Bang Indra menampilkan tulisan “No Limit Standard” artinya jangan pernah membatasi standar dirimu, just do apa yang ada di depanmu, tunjukkan sebaik mungkin prestasi dan daya usahamu, urusan hasil biar lah ia mengalir seiring dengan kerja keras dan kesungguhan usahamu, jadi inget sama suatu quotes kece euy bahwa “Hasil tidak akan pernah mengkhianati proses”.

No Limit Standart ujar Bang Indra

Seenggaknya nih ada beberapa point yang saya bisa tangkap dari sharing bersama Bang Indra di hari kemarin itu terkait dengan beberapa keberhasilannya untuk bisa “jalan-jalan” dan nge-blog hingga ke Luar Negeri:

  1. Kontent

Nah ada nih satu tips dari Bang Indra, jangan pernah membatasi blog yang kamu kelola hanya pada satu atau dua kontent, tulislah sebanyak-banyak konten karena bisa jadi tulisanmu adalah salah satu jalan untuk membuka jalur networkingmu dan bisa jadi menjadi salah satu jalan terbukanya pintu rizkimu. Kesempatan itu akan selalu aja ada jalannya, nah tugas kita lah yang pinter-pinter menangkap peluang, tapi perlu di garis tebel juga nih, jangan pernah lupa untuk melatih dan mengasah kemampuan kita, karena niiiiiiih guyz konon kabarnya si Babang ini udah membuktikkan bahwa ada rumus matematika tak tertulis kalau Tidak ada yang namanya kebetulan di saat kesempatan bertemu dengan kemampuan di saat itulah pintu-pintu kesuksesan bisa jadi mulai terbuka untuk kita (iya kita, aku kamu dan mereka yang gigih go ahead dan berani nyingkirin segala hal yang bikin baper dan lemah lunglai tak berdaya menghadapi tantangan kehidupan 😊)

Sharing oleh Bang Indra
  1. Berani “menjual diri”

Guyz apa sih yang ada di fikiranmu kalau denger kata “menjual diri”? lebih banyak ke sisi positif atau negatif sih?

Hihihihihi… Jual diri dalam konteks ini dalam sisi positif ya. Pernah gak kalian denger pernyataan :

“ kamu adalah apa yang kamu fikirkan”

Nah berbekal kalimat di atas, saya semacam memiliki mantra ajaib manakala saya merasa rendah diri di hadapan seseorang, and seperti inilah mantra ajaib saya :

“Saya sama hebatnya dengan orang-orang sukses dan besar di luar sana”

Sepakat dengan apa yang menjadi buah fikir Bang Indra, apa yang bisa membuat kita beda sama yang lain? Yes jawabannya adalah PERSONAL BRANDING. Terjemahan bebas dari apa yang Bang Indra nyatakan bahwa Personal Branding itu suatu usaha pencitraan, perbaikan diri, pembentukan ulang tampilan kita. Misalnya Bang Indra menjual dirinya dan mem-personal branding-kan dirinya melalui sebuah film singkat yang menceritakan siapa sih Indra itu? Kenapa misalnya kamu punya acara dan harus ngejadiin si Indra jadi Host di acara yang kamu handle?

Belajar dari sosok Indra Pradya, setidaknya ada Tujuh Cara yang bisa kita ubah untuk meningkatkan Personal Branding kita (ilmu ini  saya contek dari cara Bang Indra menjual dirinya lho😉) :

  • Sikap dan sifat kita menghadapi orang lain

Kalau kata Bang Indra sih sertakan Passion di dalam interaksimu menghadapi orang lain, karena bakal keliatan banget bedanya orang yang menyertakan rasa simpati dengan orang yang flat-flat aja ekspresinya

  • Cara penampilan

Penting banget buat kita pandai menempatkan diri di situasi mana aja kita berada. Gak lucu juga kan kita ke pasar buat beli ikan asin, terasi, cabe sama bawang tapi pake tas hermes asli, dress yang melambai-lambai plus dandanan yang tebel macam dompet tuan tanah?

  • Cara mengemas diri

Nah mulai deh fikirin gimana kamu ingin terlihat? Pingin di pandang orang sebagai sosok yang smart? Kece? Modis bin fashionable? Or apapun itu yang dengan kemasan ini melekat kuat dan menjadi semacam identitas dirimu

  • Berfikir positif dan mengurangi fikiran negatif

Husshhh jauh-jauhin deh segala yang negatif-negatif, bikin nyesek doang, ibarat kata ngapain mikirin mantan kalau ada gebetan kece di depan kita? Ngapain mikir negatif kalo berfikir positif bisa bikin kita lebih semangat dan bergairah? Bangun dirimu hanya dengan konten positif, karena aura positifmu akan memancar dan menarik energi-energi positif di sekitarmu, yakin deh itu 😊

  • Gampang bersosialisasi dengan orang lain di apapun situasinya

Naaah ini nih, yang Bang Indra banget, bayangin aja, saya yang secara personal gak pernah kenalan langsung (dalam arti jabat tangan and say, Haii aku Indra, kamu siapa namanya? 😉eeeh tetiba lagi pacaran berdua sama Ayana doi langsung ngedeket, eeh ini mbak yang ketemu di ituuu kan…… (wakakakak Si babang masih inget sama moment ini kagak ya😊

  • Kepercayaan diri

Ada sih memang saatnya kita jadi gak percaya diri karena sesuatu hal,tapi bukan masalahnya kita PD or gak PD, tapi gimana kita bisa mengatasi ke ndak PD-an kita jadi sesuatu yang gak merugikan diri kita sendiri minimalnya

  • Tingkatkan karir/kapabilitas diri

Belajar lagi, lagi dan lagi, kini dan nanti. Belajar bukan untuk menjadi yang terhebat tapi justru untuk membuka mata kita betapa fakir ilmunya kita di balik bentangan ilmu yang begitu luas di muka bumi ini

Berpose bersama para pemenang lomba foto IG
Yeeeeeaaayh emak dapat hadiah menang lomba IG dari Tapis Blogger, mamacih ya Tapis Blogger
  1. Responsibiliy pada tulisan

Pekerjaan menulis itu bukan sekedar menuangkan gagasan di alam fikiran di terjemahkan lewat aksara, hingga kemudian bertemu di pelaminan kalimat dan bersanding menjadi sebuah prosa. Ada tanggung jawab yang kita emban di sana, tanggung jawab atas kebenaran dari konten yang kita angkat ke dalam suatu tulisan. Apakah kemudian mencerahkan atau malah memprovokasi suatu keadaan? Dan melalui sebuah tulisan pula pembaca akan bisa menilai kapabilitas seorang penulis. Di point inilah para penulis akan belajar untuk menjadi jujur baik pada dirinya sendiri maupun pembaca.

Dari berbagai studi kajian literasi yang kerap saya ikuti, setidaknya ada tiga hal yang menjadi kode etik seorang penulis :

  1. Unsur informasi
  2. Unsur edukasi
  3. Unsur hiburan

Ketiga unsur ini saling melengkapi dan diharapkan mendatangkan manfaat bagi pembaca. Kesadaran akan tanggung jawab harus ada di setiap jiwa penulis. Kebenaran menyampaikan pendapat dan kebebasan berekspresi dalam menyampaikan gagasan akan sangat dihargai manakala ia mampu memiliki kemampuan untuk mempertanggungjwabkan manfaat maupun kebenaran satu tulisannya.

Bertemu dengan rekan-rekan dari Ibu Profesional Lampung juga lho di acara ini 🙂

Sepakat gak sih kalau saya berpendapat bahwa tulisan itu ibarat doa, seperti halnya dengan ucapan yang akan kembali pada sang pengucap? Kalau kita menuliskan “doa” baik maka hal baiklah yang akan kembali ke kita, namun jika kita menuliskan “doa” yang buruk maka yang kembali kepada kita juga hanya hal yang buruk

Emak mau pose dulu ah sama artisnya 🙂

 

Mari menulis konten positif dan membangun

 

Puspaning Dyah, 30 Maret 2018

Menulis adalah berbagi

 

 

 

 

Follow me on Social Media

Leave a Reply