Dunia Online membuka kesempatan Promosikan Produk

Saya saat menghadiri Diskusi Pomosi Derah melalui media Online dan Offline

 

Online online….

Siang malam ku selalu…………

Menatap layar terpaku………

Untuk on line on line……….

On line on line………..

Jari dan keyboard beradu…….

Pasang earphone dengar lagu…..

Aku on line online…..

On line on line….

Begitulah sepenggal lirik lagu yang sempat nge-trend di kala usia emak masih beranjak remaja, lagu yang dulunya selalu di putar di hampir semua station radio (maklum mak mantan anak kost yang hiburannya cuman radio jadul di pojok kamar 😊), ketika di era 90-n dunia online masih di anggap aneh dan kepemilikan gadget masih terbatas di kalangan orang tertentu saja (emak jadi ingat pager pertama yang dimiliki Almarhum Ayah serta Nokia 3310 gadget pertama yang emak dapatkan dari beliau di saat emak kelas 3 SMA). Di era emak dulu gadget masih terbatas fungsinya hanya sebagai sarana komunikasi, main game, alarm atau kalkulator dadakan 😊 , tapi lihatlah jaman cepat sekali berputar, penggunaan telepon genggam bukan lagi sebatas komunikasi dua arah, melainkan sebagai alat penghubung multi jalur. Dengan satu gadget saja seseorang bisa terhubung dengan banyak orang melalui banyaknya pilihan aplikasi di dalam satu gadget.

Produk UMKM Prov Lampung

Belum lagi bermekaran aplikasi sosial media yang membuat berbagai orang lintas negara (Alhamdulillahnya belum lintas dimensi 😊,sungguh saya tidak sanggup membayangkan jika hal tersebut benar-benar terjadi) dapat terkoneksi hanya dengan bantuan satu jempol saja. Penggunaan gadget sendiri bukan hanya sebatas alat komunikasi, lebih jauh di manfaatkan oleh para produsen, reseller ataupun penjual di tingkat hilir untuk saling berpromosi dan memasarkan dagangannya. Dunia internet dengan informasi terbuka luas, membuka kesempatan banyak orang untuk “unjuk diri” dan “menjual” apa yang bisa mereka jual. Tengoklah jika kemudian muncul seleb-seleb online yang menjadi terkenal karena banyaknya follower maupun “jempol manis” yang mengarah pada laman yang mereka pajang.

Blogger Lampung saat acara

Yes, dunia online telah memasuki era baru sebagai dunia tanpa batas, aksesbilitas yang terbuka untuk siapa saja memungkinkan siapa saja mendapatkan segala informasi yang ia ingin dapatkan. Seperti aktifitas saya hari kemarin, di mana saya menghadiri undangan dari Pemerintah Provinsi Lampung yang bekerjasama dengan Badan Ekonomi Kreatif  menggeber sebuah diskusi interaktif bertajuk Workshop Promosi Potensi Daerah melalui media Online maupun Offline”. Acara seru yang di gelar di Hotel Novotel pada Kamis 7 Desember 2017, mengundang beberapa Blogger, mahasiswa dan jurnalis Lampung.

Aktor dan Artis malam ini

Acara diskusi yang di pandu oleh Bang Ali, admin medsos @medialampung, berhasil menjejerkan tiga pembicara yang sudah mumpuni di bidangnya masing-masing. Tengoklah ada Jurnalis dan penulis senior Bang Oyos Saroso, Mbak Naqiyyah Syam penulis sekaligus founder Tapis Blogger, serta Bang Zaki Senafal selaku pengusaha sukses dan admin @bandarlampung.

Statistik berbicara bahwa Lampung menjadi Provinsi Urutan ke-7 untuk wilayah Sumatera sebagai Provinsi tujuan investasi ujar Bang Oyos. Itu artinya Provinsi Lampung akan menjadi sangat berkembang saat ini dan di masa mendatang. Ada beberapa fakta menarik terkait pernyataan tersebut :

Fakta Pertama :

Data jurnalisme saat ini mulai berkembang pesat di Indonesia, walaupun tetap muncul kontra fakta bahwa masih adanya lembaga publik yang tebang pilih terhadap data yang akan di ekspos ke publik.

Idealnya di tengah reformasi dan komitmen pemerintah terhadap prinsip Good goverment” perlu di tunjang dengan ketersediaan informasi publik yang baik, tentunya informasi yang baik ini perlu di seimbangkan dengan kritisnya publik dan kepedulian terhadap persoalan yang dihadapi pemerintah. Tengoklah sebuah data publik yang berkaitan dengan pemerintah, apakah sudah saling berkaitan dan dapat dengan leluasa di akses oleh publik, tentunya pertanyaan ini bisa di jawab dengan sendirinya dengan penyediaan situs penyedia data publik, bappeda, badan penanaman modal dan perizinan.

 Fakta Kedua :

Pemerintah berkomitmen membangun negri dengan cara clean and good goverment yang kita juga tidak bisa menutup mata masih saja ada lembaga pemerintah daerah yang menutup akses data untuk publik.

Tapis Lampung tampil elegan berkat sentuhan tangan kreatif anak muda Lampung

Jika kita berbicara investasi suatu daerah, maka sektor Pariwisata akan menjadi urutan tiga teratas sebagai sasaran pencapaian suatu investasi daerah. Yach…. karena sektor pariwisata sendiri sebenarnya adalah data primer yang nilainya lebih kuat dari data sekunder. Alangkah menjadi sia-sia jika penulis di Lampung bertebaran macam garam di lautan namun tidak banyak yang menulis untuk menonjolkan potensi pariwisata daerah, sedangkan banyak sekali data yang bisa di dapatkan oleh seorang penulis, di tunjang  tulisan tersebut nantinya akan bermanfaat untuk banyak sektor sebut saja beberapa hal berikut :

  1. Sumber utama tulisan
  2. Alat pembangun tulisan
  3. Sebagai bukti tertulis (jika suatu saat seorang penulis terancam delik aduan)
  4. Alat verifikasi data lain
  5. Membangun argumen (jika tulisannya berbau opini)

Sajikanlah tulisan dengan data yang akurat, karena sebaik apapun sebuah tulisan jika tidak di dasarkan pada sebuah data valid tulisan tersebut hanya akan menjadi cerita fiksi. Bertuturlah dengan bahasa yang baik, tanpa berpretensi menjadi yang terhebat, buatlah tulisanmu menjadi potret peristiwa yang baik, jujur dan tajam serta menjadilah penulis yang manusiawi.

Emak terciduk Kamera friendrazzi

Senada dengan apa yang disampaikan oleh Bang Zaki Senafal, dari kacamatanya sebagai seorang pelaku usaha di mana medsos menjadi peluang untuk memajukan sekaligus membesarkan berbagai usaha yang dirintisnya. Ada banyak konten yang bisa kita gali untuk mengembangkan suatu cerita. Masih dalam penuturan beliau, pelaku dunia usaha berbasis online adalah bisnis yang mudah, cepat, maka gali-lah suatu konten yang belum dilirik oleh banyak orang. Menjawab pertanyaan saat sessi diskusi, Zaki Seafal berujar bahwa seharusnya tidak ada produk/jasa yang tidak laku, yang ada adalah cara berjualannya saja yang belum tepat. Misalnya saja sebuah produk makanan yang kurang enak sekalipun masih bisa laku dijual dengan menggali pola penjualan yang pas, marketing yang bombastis. Karena pada dasarnya berbisnis di era jaman now, market itu sangat mudah di tarik ke sana dan ke mari, baru selanjutnya konsistensi produsen terhadap rasa dan pelayanan menjadi kunci sukses yang juga tak boleh dilupakan.

11 12 dengan penuturan Mbak Naqiyyah Syam selaku founder Tapis Blogger di mana menyatakan bahwa Blogger siap bersinergi dengan pemerintah untuk turut serta mempromosikan Lampung melalui dunia online. Selain tulisan yang baik, memanjakan pembaca melalui foto, konten dan informasi yang menarik menjadi nilai tambah untuk seorang blogger, menjadi point menarik yang saya tangkap dari penuturan ibu muda yang satu ini.

Genk Tapis Blogger

 

Sessi diskusi malam kemarin di tutup dengan closing statment dari Bang Oyos :

Blogger adalah penulis, saksi sejarah, maka blogkita harus mampu membuka mata dan telinga, memahatkan sejarah untuk hari ini dan hari mendatang. Jadilah saksi sejarah dengan bertutur kata yang baik, karena sejatinya itulah tugas utama seorang penulis.

 

Bandar Lampung, 16 Desember 2017

Puspa Fajar, saat menulis adalah mengukir sejarah

Follow me on Social Media

1 Comment

  1. Desy Listhiana A December 16, 2017 at 1:17 pm

    Pelaku bisnis harus sadar bahwa dunia online bisa jadi peluang besar untuk menjaring pasar. Semoga makin banyak ukm yang sukses di Indonesia ya Mbak, Lampung khususnya 😊

Leave a Reply