ACT Lampung gandeng mesra Tapis Blogger, serukan jeritan Ghouta

Mungkin manusia adalah makhluk paling kompleks di antara berbagai makhluk ciptaan Allah SWT, gimana gak kompleks coba? Karena hanya manusia lah makhluk yang penuh dengan fikiran-fikiran yang kompleks, sehingga ketika kita berbicara mengenai manusia kadangkala menjadi pembicaraan yang tak terbatas, namun dengan kekomplekskan inilah lah yang menjadikan manusia sebagai makhluk paling dinamis. Jika di gambarkan dengan sebuah bentuk grafis mungkin penggambaran manusia diibaratkan seperti sebuah segitiga, di mana terbentuk dari tiga garis yang terdiri dari Hati, Jiwa dan Kemanusiaan. Kenapa harus tiga sih? Hihihihi soalnya saya suka sama yang berbau bilangan ganjil, dan bukankah Allah SWT sang Tuhan Maha Pencipta juga hanya ada satu, satu kan ganjil, iya kan yaaa? (Abaikan kalau pernyataan ini sama sekali gak nyambung sama konten yang mau di bicarakan si emak 😊)

ACT Lampung

Nah urusan manusia dan memanusiakan manusia adalah hal yang rumit karena parameternya begitu banyak, dan multi tafsir dalam menentukan sebuah ukuran. Di kamus besar bahasa Indonesia kemanusiaan adalah bagaimana memperlakukan manusia lain secara manusiawi. Keren banget gak sih misalnya kemanusiaan ini betul-betul teraplikatifkan di semua bidang dan kalangan manusia? Gak akan lagi kita dengar berita mengenai kekerasan, kelaparan, disintegrasi sosial dan berbagai permasalahan sosial yang melibatkan manusia di dalamnya. Kenapa? Karena manusia satu dengan yang lainnya saling berempati dan merasa terlibat dengan kesusahan yang di alami saudaranya, tanpa perlu lagi melihat suku, agama, jenis kelamin maupun strata sosial.

Jadi kalau gitu urusan tentang kemanusiaan jelas sekali harus melibatkan manusia di dalamnya. Ambil contoh di Provinsi Lampung aja, kita di sini nih gak akan mungkin masuk dalam kategori provinsi termiskin kalau seluruh ummat di Lampung mau bahu membahu saling menyelesaikan permasalahan satu sama lainnya. Kadang kala kita perlu di sadarkan oleh beberap “guardian angel” yang bekerja tanpa pamrih, lelah karena Lillah semata-mata untuk membantu menyelesaikan beberapa permasalahan ummat. Ada banyak lembaga maupun komunitas nirlaba yang bergerak atas payung kemanusiaan. Salah satunya adalah Aksi Cepat Tanggap, organisasi nirlaba profesional yang memfokuskan kerja-kerja kemanusiaan pada penanggulangan bencana mulai fase darurat sampai dengan fase pemulihan paska bencana.

Umi Dian saat menceritakan profile ACT Lampung

Aksi Cepat Tanggap berdiri tanggal 21 April 2005 dan secara hukum di akui sebagai yayasan yang bergerak di bidang sosial dan kemanusiaan. Untuk memperluas karya dan bhakti kerja, ACT mengembangkan aktifitasnya mulai dari kegiatan tanggap darurat, pemberdayaan dan pengembangan masyarakat serta program berbasis spiritual seperti Qurban, Zakat dan Wakaf. Sejak tahun 2012 ACT mentranformasikan dirinya menjadi sebuah lembaga kemanusiaan global dengan jangkauan aktivitas yang jauh lebih luas. Pada skala global dan regional ACT mengembangkan jejaring dalam bentuk representative person melalui kantor ACT di luar negeri maupun beberapa daerah di Indonesia, Lampung salah satunya. ACT Lampung berdiri di bulan November 2017 dengan mengusung spirit kemanusiaan melalui bentuk inisiasi banyak pihak untuk bisa duduk bersama, kerja bersama, saling bersinergi dan berkolaborasi memecahkan banyak permasalahan ummat. Karena bukankah permasalahan ummat kan selesai dengan bantuan ummat sendiri?

Tengok saja cita-cita mulia ACT di mana muncul dengan visi baru, menjadi lembaga global profesional, berbasis kedermawanan dan kerelawanan mayarakat global, ACT ingin mewujudkan peradaban dunia yang lebih baik. Menghadirkan dunia yang nyaman bagi umat manusia, dunia beradab dan memiliki peradaban mulia di bawah naungan cahaya Illahi. Cita-cita ini akan menjadi nyata dengan keterlibatan semua pihak.

Perkenalan saya pertama kali dengan ACT adalah saat gaung Kapal Kemanusiaan gencar di beritakan berbagai media online muslim, dan pada sat itu sekolah formal tempat Kak Nad belajar bekerjasama dengan ACT melakukan penggalangan dana dalam rangkan memberangkatkan kapal kemanusiaan ke Palestina dan Syiria. QadarullahNya saya berkenalan dengan beberapa rekan ACT Lampung, lewat merekalah saya semakin mengenal profil ACT dan mengetahui sedikit dari sepak terjang ACT Lampung dalam misi kemanusiaannya di Lampung.

Adalah Tapis Blogger dengan acara Gatheringnya bertajuk Tapis Blogger Gathering#4 dengan mengusung tema Nge-blog hingga ke Luar Negeri dan Pelatihan Public Speaking Mini bersama Indra Pradya pada Jumat 16 Maret 2018, yang akhirnya menjodohkan saya untuk berkunjung ke kantor ACT Lampung, karena Gathering Tapis Blogger kali ini bertempat di kantor ACT Lampung. Sebelum acara inti di mulai, acara di dahului oleh pemaparan singkat oleh Umi Dian. Memberikan gambaran singkat mengenai ACT dan kiprah ACT khususnya ACT Lampung dalam menyelesaikan beberapa permasalahan ummat di Lampung. Suasana menjadi sedikit mengharu biru manakala di putar film pendek penderitaan saudara-saudara kita di Ghouta, Palestina dan Syiria. Daerah penuh konflik dan perang yang menyebabkan banyak penderitaan dan nyawa meregang setiap harinya.

Aaaaaargh Tuhan kenapa sedemikian banyaknya saya menyaksikkan video serupa di putar dan sebanyak itu pula hati ini menangis. Betul-betul menderitanya dunia ini, di mana sedikit sekali kita menemukan manusia yang betul-betul memanusiakan manusia yang lainnya. Di mana lagi rasa setiakawan yang sedari saya SD selalu menjadi menu santapan sehari-hari di bangku sekolah? Andai saja ratusan juta penduduk negeri ini saling bantu untuk meringankan beban saudara kita yang di timpa musibah, sudah sekuat apalah kita ini menentang ketidakmanusiaan yang bersliweran di depan kita. Ya Rabb…. ampuni hamba ini, masih sedikit sekali usaha dan daya juangku untuk bekerja di jalan-Mu ya Rabb…. ☹

Dalam sebuah kuliah whatsaap dari suatu komunitas Institut Ibu Profesional yang saya ikuti, Ibu Ideologis saya, Ibu Septi Peni Wulandani beliau mengatakan :

“Never STOP coz Mission Still Alive

Tiada pensiun, hanya wisuda seleh, terus maju hingga bergelar Almarhumah, mereka yang tidak berhentilah yang akan sampai di tujuan”

Quotes dari Ibu Septi Peni Wulandani dalam Kulwaap Ibu Profesional

Ada masanya mungkin kita mengalami masa turbelensi, di mana bertumpuknya peran kemanusiaan kita, beban tugas di ranah publik, tumpuknya peran di ranah domestik, belum lagi menjaga keseimbangan di ranah sosial, saya seperti di tampar dengan kata-kata dari Gurunda di atas. Di aamiinkan pula oleh Umi  Dian dari ACT Lampung, bahwa istirahatnya ummat muslim itu nanti di akhirat saat kita bersama sampai di surga-Nya Allah SWT, saat kita masih di dunia mari segerakan bergerak bergerak dan bergerak, tidak ada kata istirahat jangan pernah ada lelah, karena lelah kita bisa jadi akan di bayar lunas oleh Sang Maha Kuasa kelak.

Duuh kalau sudah bicara soal kelelahan dan peran kita di dunia sosial entahlah saya selalu terngiang materi perkuliahan saya di Kelas Bunda Sayang Institut Ibu Profesional, ada sessi di mana Gurunda mengatakan

“Jangan pernah menyerah, teruslah melangkah. Biarkan rasa lelah itu yang kewalahan mengikuti jejak langkah kita”

Quotes Institut Ibu Profesional

Satu kata yang jadi resep ampuh adalah B.E.R.S.A.B.A.R.L.A.H karena mungkin Rahmat Allah sudah sangat dekat.

Saudara-saudara kita tidak butuh hanya sekedar doa, mereka butuh kontribusi nyata. Dunia yang penuh bencana, peperangan, kemiskinan dan entahlah banyak lagi bencana sosial yang lainnya, selalu saja menguji jiwa kemanusiaan kita setiap saat. Yuuk bangun tekad dan rasa kemanusiaan, menembus batas perbedaan, dan semoga dengan sedikit langkah kecil kita mampu membuka pintu langit untuk saudara-saudara kita yang di dera konflik dan aneka macam permasalahan sosial ummat.

 

Branch Office ACT Lampung :

Jl. Jendral Sudirman No 73 E, Pahoman, Bandar Lampung

Rekening Donasi :

BNI Syariah 770000525

Bank Mandiri 1270007917428

a.n Aksi Cepat Tanggap

konfirmasi Donasi dan Telepon Kantor : 0721 5607053

 

Instagram : act_lampung

Twitter : ACTLampung_

FB : Aksi Cepat Tanggap Lampung

Website : www.act.id

Saya dan beberapa rekan Tapis Blogger berpose di depan Branch Office ACT Lampung
Pict take by Mas Mawan

Baca juga :

Tapis Blogger dan ACT Lampung gelar Pelatihan Mini Public Speaking

Dunia Indra bocorkan rahasia ngeblog hingga ke Luar Negeri

 

Bandar Lampung, 30 Maret 2018

Puspaning Dyah, saat menulis adalah menularkan kebaikan

Follow me on Social Media

Leave a Reply